Hanya cerita sesama pejuang tiroid. Kanker tiroid dan gangguan tiroid lainnya. Jangan kalah jangan menyerah Keputusasaan yang mengalahkanmu Bukan KANKER!

Thursday, April 27, 2017

ULTRASONOGRAFI LEHER DAN TIROID

​Selamat pagi April😏
Kenapa emoticon nya gitu? Haha
Sejujurnya ini tulisan draft dari bulan Maret :'( maafkan baru bisa diposting sekarang



Okey, today masuk tahun kedua check up pasca ablasi. Kali ini Riska dirujuk untuk USG leher dan kelenjar tiroid. Kenapa?
Soalnya 1 dari 3 indikator hasil cek darah kemarin lebih jelek dari 6 bulan yang lalu. Jadi untuk memastikan kalau my body is in good condition. Tapi ya kalau gak jelek juga diusahakan USG leher setahun sekali untuk pejuang-pejuang tiroid.


USG di RSHS itu kita gak bisa langsung periksa di hari yang kita mau, karena pasiennya buanyaaaakkk. Jadi di awal minggu usahakan untuk meminta jadwal dulu ke petugas di gedung radiologi lantai 2. Riska dapat rujukan dari dokter nuklirnya tgl 23 Maret 2017. Nah untuk prepare Riska usahakan tgl 20 Maret 2017 untuk minta jadwal. Minta jadwal sekarang harus ke gedung radiologi lantai 2 ada tulisannya kok di depan ruangannya. 

 
Ruang Jadwal

Setelah proses antrian 30 menit finally dipanggil. Dan ternyata dapat jadwal USG besok tgl 21 Maret 2017. 
"Loh emang gapapa ya pak mendahului jadwal yang ditentukan dokter?" 
"Ouh gapapa, ya daripada penuh"
"Okey"

Nah ini dia sudah dijadwalkan tanggal 21 Maret 2017

Keesokan harinya,
Tanggal 21 Maret 2017 pagi, udah datang pagi untuk ambil antrian "C" klinik khusus. Oiya karena Riska dirujuk untuk melakukan USG dari kedokteran nuklir jadi antrian pun harus merujuk ke bagian nuklir dulu. 
Satu jam menunggu akhirnya dipanggil juga dan mendapatkan Surat elegibilitas peserta BPJS langsung meluncur ke bagian kedokteran nuklir untuk meminta ACC dilakukannya USG leher dan kelenjar tiroid. 

Kenapa harus dimintai ACC dulu ke Kedokteran Nuklir?
Karena rujukannya dari Nuklir. Haha sesederhana itu. Tapi sempet lupa juga sih tadi sempet nyelonong ke radiologi nunggu lama eehhhh ternyata surat eligibilitas pesertanya harus di rekap nuklir dulu. Ada 3 lembar kan SEP nya nah yang dikasih ke pendaftaran Radiologi itu yang warna pink kalau gak salah.

Okey setelah selesai semua masalah berkas-berkas, meluncur langsung antri di ujung ruang USG 3. Pukul 11.00 namaku dan ketiga ibu-ibu lainnya dipanggil menuju gedung Cardiac Centre yang zuper dinginnnn. Semua yang USG leher antrinya di ruangan itu. 

Tiktok tiktok harus sabaaaaaaar karena nyatanya saya daftar pasien terakhir hari itu hhu. Baru dipanggil pukul 15.00 cobaaaa :'((((((
Udah mah paling terakhir nyatanya pemeriksaan USG lehernya riska paling cepet diantara yang lainnya. karena riska emang udah gak punya tiroid. Keduanya sudah diangkat 2 tahun yang lalu. Jadi di daerah leher bawah hanya berupa ruang-ruang kosong saja. Begitu dokternya berkata.

Oiya sekilas info tentang USG leher dan tiroid.
Ultrasonografi (USG) tiroid
merupakan salah satu pencitraan diagnostik (imaging diagnostic) untuk pemeriksaan alat-alat tubuh (dalam hal ini, tiroid), dimana kita dapat mempelajari bentuk, ukuran anatomis, gerakan, serta hubungan dengan jaringan sekitarnya.

Sumber: penyakittiroid.com
Sumber: us.images.detik.

Umumnya tidak diperlukan persiapan khusus dalam melakukan USG tiroid. Pemeriksaan dilakukan pada pasien dengan posisi supine serta bahu diganjal sehingga didapat ekstensi leher yang maksimal. Untuk mendapatkan kontak yang baik antara kulit dan transduser maka dipakai minyak nabati atau jelly


Yang terakhir namun yang paling penting adalah biaya. Untuk Biaya USG Tiroid
- Kalau di RSHS kemarin biaya yang tertera Rp150.000,-  tapi karena pakai fasilitas BPJS jadi gratis gak bayar
- Kalau di Laboratorium swasta gitu saya pernah USG Tiroid biayanya itu Rp 364.000,-



Okay cukup sekian cerita kali ini, nanti insyaAllah dilanjut cerita menyenangkan lainnya :')

Salam,

Senja Januari
 
Read More

Wednesday, April 26, 2017

Kontrol Tiroid 6 bulanan ke 3 Pasca Ablasi


9 Februari 2017
Ini kali ketiga rawat jalan menggunakan fasilitas BPJS

Setelah pendaftaran yang melelahkan selesai. Langsung berjalan cepat menyusuri lorong menuju IGD yang tepinya menuju lorong perjumpaan berbagai ilmu kedokteran. Langkahku seperti otomatis belok kanan setelah keluar dari pintu IGD. Di depan tepat tertulis “kedokteran nuklir”.

Check up tiroid kali ini sama seperti cek 6 bulan yang lalu. Sebulan sebelum pemeriksaan diharuskan berhenti meminum thyrax (hormone sintetis). Hal ini dilakukan untuk melihat apakah thyrax bekerja dengan baik atau tidak dalam tubuh sekaligus melihat apakah ada kekambuhan dari sisa-sisa kanker. Oiya anyway fungsi thyrax ini selain menggantikan produksi hormon tiroid juga berfungsi menekan kerja kanker yang coba-coba nakal mau tumbuh.

Setelah menyerahkan surat eligibilitas pasien ke pendaftaran kedokteran nuklir, ibu admin memintaku membayar ke poli Anggrek tepatnya 200 meter dari gedung kedokteran Nuklir. Bukan bayar untuk pemeriksaan darah, hanya untuk konsultasi dokter spesialis sebesar Rp150.000,- (Biaya konsultasi ini naik per Januari 2017, tahun sebelumnya cuma 120.000). Biaya cek darahnya sudah ditanggung BPJS soalnya lumayanlah kalau gak pake BPJS bayarnya bisa hampir satu juta.

Setelah pembayaran, selang 10 menit namaku dipanggil untuk segera memasuki ruang suntik. Seperti biasa diambil darah untuk mengecek TSHs, Tyroglobulin dan Anti Tyroglobulin. “Hasilnya jadi satu minggu kemudian sekaligus ketemu kontrol Dokter ya” jelas perawat cantik dihadapanku.


20 Februari 2016
Hari ini hasil lab sudah keluar, entah kenapa selalu was-was menunggu hasil lab. Pengambilan hasil baru dibuka pukul 10.00 WIB jadi ya masih sekitar satu jam lagi gak apa-apalah lagi pula hari ini bukan Cuma sekedar mengambil hasil tapi juga kontrol dan konsultasi ke Dr Erwin menanyakan bagaimana hasilnya. Baik atau kah ada kemungkinan kurang baik? 
Setengah jam berlalu bercuap sana sini, akhirnya namaku dipanggil, padahal belum jam 10.00 aku membatin. Tapi tak apalah aku senang-senang saja. Inilah hasil laboratoriumnya Berikut ini hasilnya:


Anti Tiroglobulin : 45.5 IU/ml (N < 100   IU/ml)
TsHs                     : >50 ulu/ml (N 0.3 - 0.5 ulu/mL)
Tiroglobulin         : 0.3 ng/ml (N <50 ng/ml)


Ya Allah kenapa Anti Tiroglobulinnya naik lagi? Padahal 6 bulan lalu nilai Anti tiroglobulinnya 34.7 kenapa sekarang naik lagi ya. Memang sih angkanya masih dibawah rujukan tapi setiap pasien tuna tiroid (tidak memiliki tiroid) seperti saya rujukannya beda lagi. Intinya setiap pasien memiliki nilai rujukannya masing-masing. Jadi kalau ada masalah apa dengan tubuh pastikan sudah bertanya pada dokter yang menangani kita. Tidak bertanya pada pasien lain misalkan karena setiap orang memiliki masalah gangguan yang berbeda pula. Kata dokter kalau makin lama dibiarkan bisa-bisa nominal anti tiroglobulin bisa tembus nilai rujukan. Kan berarti ada apa-apa.

Setengah jam setelah menerima hasil lab, akhirnya dokter bisa menemui saya juga. Tampaknya Dr. Erwin sedang melayani konsultasi alhasil saya masih harus ditensi dan ngobrol dulu sama mas-mas asisten dokter. 
"Selama enam bulan ini ada keluhan apa gak?"
"Baik banget semuanya dok, gak sakit, gak pusing, gak pegal-pegal, gak keram juga saya baik-baik banget dok alhamdulillah"
"Wuah bagus banget dong kalau gitu"
"Iya dok cuma takutnya saya cuma gak dirasa-rasa itu kan yang malah bahaya"
"Iya sih tapi ngomong-ngomong Hasilnya bagus rianita" ujar si mas"
"Bagus yang mananya dok? hasilnya lebih jelek dari 6 bulan lalu tau."
"Oh iya deng, kenapa ya?"
"Gak Tau deh" ujarku lesu seraya menunduk

"Hai Rianita apa kabar?" sapaan dokter membuyarkan lamunanku seketika. "Duh dokter. Alhamdulillah baik dok" Jawabku seraya membenarkan posisi jilbab. Rasa-rasanya kalau dokternya cewek udah pengen curhat ngalor ngidul deh saking was-was dan pengen banget mencurahkan segala rasa haha #lebay. Tapi it's okay. Aku sama Dokter Erwin aja. Setibanya di ruangan dokter langsung mengernyitkan dahi menatap secarik kertas hasil tes lab. Lengang sejenak.
“Hasilnya kurang bagus, kamu gimana sih minum obatnya?"
"Minum obat (thyrax) dalam keadaan perut kosong dan makan lagi 2 jam setelahnya dok"
"Hmmm bener sih, Hasilnya termasuk bagus tapi kalau kita membiarkan angka ini terus menerus naik bisa-bisa bahaya."
“Takutnya ada kekambuhan, sebulan lagi kamu USG leher dan tiroid ya setelah itu 5 bulan berikutnya kamu cek lab seperti biasa kalau ada apa-apa kita sidik seluruh tubuh”
“Iya dok” jawabku lesu
  


To be continued....



Salam,

Senja Januari
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About Me

About Riska

Panggil saja RISKA
Thyroid Cancer Survivor dari Bandung, Indonesia. 24 Y.o. Akuntan di sebuah perusahaan swasta.
Diagnosa Kanker tiroid Papiler tahun 2015 menjalani 2 kali operasi pengangkatan tiroid dan ablasi di RSHS Bandung di tahun yang sama
Ada gangguan tiroid juga? Yuk sini cerita, feel free to share :)
I'm Young but Stronger than CANCER !

Popular Posts

Categories

statistics

Copyright © Curhatan Pejuang Tiroid | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com