Hanya cerita sesama pejuang tiroid. Kanker tiroid dan gangguan tiroid lainnya. Jangan kalah jangan menyerah Keputusasaan yang mengalahkanmu Bukan KANKER!

Tuesday, December 06, 2016

Cepet ngantuk? Pelupa? Mudah lelah? Jangan-jangan hipotiroid~

Assalammualaikum,
Maafkan baru muncul lagi. *sungkem~ ❤

Okey kali ini mau cerita santai aja ya. Jangan berat-berat deh. Tetap aja sih ya seputar tiroid. hihi
Nah, akhir-akhir ini banyak banget yang curhat ke whats App setelah baca blog recehan ini wkwk. Kebanyakan nanya "mbak, gejala hipotiroid tuh apa, kanker tiroid itu penyebab utamanya apa? dan pertanyaan-pertanyaan umum lainnya. Kali ini saya mau share pengalaman hipotiroid saya.
Sebagai seorang pasien yang masih sangat awam dan dapat info segitu-gitunya, saya mau sharing berdasarkan pengalaman kesehatan yang pernah saya alami lagi-lagi saya harus mengingatkan bahwa badan setiap orang itu berbeda-beda ya. Jadi jangan mengeneralisir semua kasus tanpa konsultasi pada dokter.

By the way saya juga sama seperti orang-orang awam kesehatan lainnya. Gak ngerti. Apalagi parahnya saya itu tipe orang yang sakit dikit gak usah dirasa-rasa. ya mengabaikan sinyal-sinyal di tubuh sih intinya, dan sekarang nyesel huhu :'(((( 

Fase-fase setelah sah tuna tiroid (tidak memiliki tiroid) tapi belum boleh minum thyrax dulu gara-gara persiapa ablasi, saya memutuskan memang sedang kuliah ekstensi S1 sambil bekerja. Yah, kebayang lah 08.00-16.00 saya kerja di daerah jatinangor pukul 17.00 sudah harus tiba di kampus daerah tamansari Bandung. Hampir setiap hari. Ha! Awal-awal capek sih ya tapi setelah berbilang bulan mulai berdamai sama si capek. Sampai-sampai gak sadar saya melewati fase dimana capeknya itu luar biasa sih. Sampai rumah, sholat setelah itu belum juga ganti baju kerja tiba-tiba ketiduran depan TV masih berpakaian lengkap ala-ala kerja. halaaah. parah sih. Ter- gak bisa nahan kantuk. Pernah suatu kali di kantor saat itu ada buka puasa atau gathering apa ya lupa. Inget banget karena kerja seharian terus lanjut gathering yang menguras tenaga alhasil saya ketiduran di sela-sela obrolan yang gak santai maksudnya rameeee. PARAH sih~~~~~

Fase itu masih saya anggap oh mungkin memang fisik saya kurang baik. Nah di bulan-bulan berjalan itu saya merasa di fase down sih. pertama ya karena di awal-awal bulan saya di diagnosa kanker. Kedua saya kok sering dimarahin atasan yak gara-gara kelakuan saya yang jadi pelupa. Schedule A lupa, tagihan itu lupa, "perasaan tadi aku udah ini deh tapi kok ternyata belum sik" terus dapet omelan. Kok kamu pelupa banget sih riskaaaaaa. "Ya, maaf" jawabku lesu. Padahal aku tau mereka ga marah sih cuma si pelupa ini betul-betul ganggu banget. Saya sampai bawa buku atau notes kecil untuk mencatat hal-hal yang harus dilakukan. Takut lupa :((((( Berminggu-minggu kayak gitu terus saya nyerah. Suka nangis abis itu. Saya gak pernah separah ini sih sebelumnya.

Gejala yang paling sering dan aneh saya rasakan adalah KEDINGINAN di saat semua orang biasa-biasa aja. Paling gak kuat kalau ada di ruangan AC. Pernah beberapa kali masuk ke kantor bawa sweater rajutan tebel. di saat semua orang biasa-biasa aja nyalain AC karena kepanasan dari luar, ehhhh saya dengan sangat pede nya pakai itu sweater rajutan sambil terus niupin telapak tangan saking dinginnya. kebayang kan betapa kedinginannya? Ha ha ha ha udah gak ngerti lagi sih.






















Hingga one day. Bulan Juli 2015 saya putuskan untuk segera ke dokter spesialis nuklir sebagaimana rujukan dokter onkologi yang mengoperasi kedua tiroid saya. Fine, ibarat sudah berminggu-minggu badan kamu gak memproduksi hormon tiroid. Ya gitulah jadinya. Hipotiroid. "Tapi sampai kapan, dok?" "Sampai kamu diperbolehkan minum thyrax." jawabnya lugas. Minggu depannya saya menjalani ablasi yang ... ... ... sesuatu. Setelah itu badan sudah mulai stabil setelah diperbolehkan meminum thyrax dengan dosis yang tepat. Ouh jadi gitu ya hipotiroid.

"Hipotiroid itu kalau secara umum berarti aktifitas kelenjar tiroid yang menurun akibat produksi berkurang/ pemberian obat anti tiroid/ radiasi/ setelah operasi tiroid/ infeksi."

Nah ini ada sharing dari Dr.Rochsismandoko (Endocrine, Metabolic, and Diabetes center Bethsaida Hospital) terkait tanda dan gejala hipotiroid.

Berikut Tanda dan Gejala Hipotiroid 
  1. Mudah capek
  2. Pelupa/Lambat berfikir
  3. Murung/ mudah marah
  4. Depresi
  5. Tidak bisa berkonsentrasi
  6. Rambut halus dan mudah rontok
  7. Bulu-bulu rambut hilang, kulit kering dan pecah-pecah
  8. Tidak tahan dingin
  9. Cholesterol meningkat
  10. Mata bengkak
  11. Kelenjar gondok membesar
  12. Suara parau, dalam
  13. Tenggorokan kering dan sakit
  14. Sulit menelan
  15. Denyut jantung lambat
  16. Infertility (Haid tidak teratur)
  17. sembelit
  18. Otot lemas dan keram


Nah ini beberapa gejala hipotiroid yang sangat umun kita rasakan dan seringnya diabaikan. Yuk lebih care sama tubuh. Yuk segera periksa. Salam sehat ya dari Riska :)


Salam,

Senja Januari




Read More

Friday, October 07, 2016

Kontrol Tiroid 6 bulanan ke-2 Pasca Ablasi




26 Juli 2016
Ini kali kedua rawat jalan menggunakan fasilitas BPJS. Jadi selamat mengantri!

Setelah mengantri satu jam fyuuuuhhh. Akhirnya selesai juga pendaftaran yang melelahkan. Kakiku langsung berjalan cepat menyusuri lorong menuju IGD yang tepinya menuju lorong perjumpaan berbagai ilmu kedokteran. Langkahku seperti otomatis belok kanan setelah keluar dari pintu IGD. Di depan tepat tertulis “kedokteran nuklir”.

Check up tiroid kali ini sama seperti cek 6 bulan yang lalu. Sebulan sebelum pemeriksaan diharuskan berhenti meminum thyrax (hormone sintetis). Hal ini dilakukan untuk melihat apakah thyrax bekerja dengan baik atau tidak dalam tubuh sekaligus melihat apakah ada kekambuhan dari sisa-sisa kanker. Oiya anyway fungsi thyrax ini selain menggantikan produksi hormon tiroid juga berfungsi menekan kerja kanker yang coba-coba nakal mau tumbuh wkwk.

Sebulan tanpa thyrax? Kalau tubuh saya reaksinya benar-benar hipotiroid. Dingin sedikit menggigilnyaaa ampun. Bisa dibayangkan waktu jam kerja semua orang menyalakan AC karena kepanasan sedangkan aku menggigil di pojokan hhu. Lelahnya melebihi hari-hari biasa padahal kerjanya ya gitu-gitu aja akuntan mah apalagi. Terus ngantuk sih yang paling luar biasa. Susah ditahan haha gatau karena kekurangan tiroid gatau emang udah kebiasaan pffftttt. Yagitulah sebulan bersabar berdamai dengan hipotiroid ini. Dah sih yang lain-lain gak dirasa-rasa.

Setelah menyerahkan surat eligibilitas pasien ke pendaftaran kedokteran nuklir, ibu admin yang sudah mengenalku (gegara aku rutin check up hhe) memintaku membayar ke poli Anggrek tepatnya 200 meter dari gedung kedokteran Nuklir. Bukan bayar untuk pemeriksaan darah, hanya untuk konsultasi dokter spesialis sebesar Rp120.000,-. Biaya cek darahnya sudah ditanggung BPJS soalnya lumayanlah kalau gak pake BPJS bayarnya bisa hampir satu juta.

Setelah pembayaran, selang 10 menit namaku dipanggil untuk segera memasuki ruang suntik. Seperti biasa yang dicek TSHs, Tyroglobulin dan Anti Tyroglobulin. “Hasilnya jadi satu minggu kemudian sekaligus ketemu kontrol Dokter ya” jelas perawat cantik dihadapanku.


6 Agustus 2016
Hari ini hasil lab sudah keluar, entah kenapa selalu was-was menunggu hasil lab. Pengambilan hasil baru dibuka pukul 10.00 WIB jadi ya masih sekitar satu jam lagi gak apa-apalah lagi pula hari ini bukan Cuma sekedar mengambil hasil tapi juga kontrol dan konsultasi ke Dr Erwin menanyakan bagaimana hasilnya. Baik atau kah ada kemungkinan kurang baik? Untuk mengurangi ketegangan sendiri pasti setiap orang di sebelahku ku ajak ngobrol satu persatu diajak sharing dan caring hahaha ya gitulah judulnya pasien yang belum ada tindakan pasti was-was pasti meminta opsi lain selain operasi dan lain sebagainya. Ya diriku sebagai “senior” karena sudah lebih dulu ada tindakan operasi hingga terapi dan sekarang menjalani tahap demi tahap untuk dinyatakan #cancerfree bukan perkara mudah memang meyakinkan diri. Padahal kuncinya untuk segera sehat itu ya yakin dulu. Yakin gak kalau dokter bisa jadi perantara kesembuhan? Yakin gak kalau Allah memang memilihkan jalan ini untuk hidup kita agar kita belajar? Yakin dulu saja.

Setengah jam berlalu bercuap sana sini, tiba-tiba namaku dipanggil, padahal belum jam 10.00 aku membatin. Tapi tak apalah aku senang-senang saja. Inilah hasil laboratoriumnya Berikut ini hasilnya:

Ya Allah kenapa Anti Tiroglobulinnya setinggi ini? Padahal 6 bulan lalu nilai Anti tiroglobulinnya 0.8 kenapa sekarang tinggi sekali kenapa kenapa kenapa. Memang sih angkanya masih dibawah rujukan tapi setiap pasien tuna tiroid (tidak memiliki tiroid) seperti saya rujukannya beda lagi. Intinya setiap pasien memiliki nilai rujukannya masing-masing. Jadi kalau ada masalah apa dengan tubuh pastikan sudah bertanya pada dokter yang menangani kita. Tidak bertanya pada pasien lain misalkan karena setiap orang memiliki masalah gangguan yang berbeda pula. Saya sempat bertanya pada ibu-ibu yang tampaknya juga sedang menunggu dokter. Beliau pasien kanker tiroid juga dan sudah operasi juga sama seperti saya. Anti tiroglobulin di angka 100 merupakan prestasi baginya karena perjuangan menurunkanya begitu luar biasa sehingga dokter membesarkan hatinya dengan mengatakan angka segitu sudah membaik. Soalnya sebelumnya pernah diangka 4000 kalau gak salah. Ya intinya tetap berprasangka baik saja. 

Cemas. Setelah itu detik ke detik selanjutnya terasa mendebarkan hati tak karuan. Mau cerita ke sebelah gak kenal. Nanti yang ada malah dia jadi ketakutan mau pengobatan. Ah menyebalkan. Saya memang kalau check up ke dokter gak pernah ditemani siapa-siapa. Seharusnya sih kalau masih single alias belum nikah, dokter selalu minta datangnya sama orang tua ya kan kamu masih nona. Kalau nanti sudah menikah sudah jadi nyonya baru boleh gak datang sama orang tua tapi sama suami. Gitu terus gitu terus. Tapi entah kenapa saya gak pernah menggubris haha. Soalnya saya kenal sekali ibu saya itu orangnya mudah kepikiran. Apa-apa kepikiran, kalau ada kabar buruk suka gak bisa tidur haha. Ya apalagi ini penyakit yang saya jujur katakan tidak mudah. Kasian lah kalau harus masih memikirkan saya yang sudah bisa dikatakan dewasa ini. Yaudah skip lanjut ke hasil lab malah curhat.

Lepas setelah dzuhur akhirnya dokter bisa menemui saya juga. “Hai rianita  apa kabar?” kamu duduknya disini pasti lagi hipotiroid kan? Jangan kena AC” kata Dokter Erwin sambil berdiri dan memindahkan kursinya. Aaaaak baik sekali pengertian sekali batinku. “Baik dokter Alhamdulillah, ini dok hasilnya” jawabku seraya menyerahkan hasil lab.

Dokter mengernyitkan dahi. Hmmm roman gaenak nih. Dokter mengetuk-ngetukan jari telunjuknya ke meja. Mataku menjurus pada kertas yang dokter baca. Lengang sejenak.
“Hasilnya kurang bagus, ada berbagai kemungkinan saya rujuk kamu untuk sidik seluruh tubuh ya minggu depan”
“Anti Tiroglobulin ya dok?”
“Iya terlalu tinggi, padahal enam bulan kemarin 0 kan?
Aku tak menjawab hanya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannnya perlahan
“Takutnya ada kekambuhan, sabar ya kita cek seluruh tubuh minggu depan”
“Iya dok” jawabku lesu
  


To be continued....



Salam,

Senja Januari


Read More

Tuesday, April 19, 2016

Buat Mati Kutu Kanker dengan Lemon!



Sumber: www.organicfacts.net


Hai, semoga harimu baik ya. Rasa-rasanya udah lama gak posting tulisan, keblinger sama skripsi pfffft alesan. Hehehe. Baiklah rasanya lega bisa berbagi lagi. Kali ini saya mau berbagi tentang hal yang gak jauh-jauh dari kebiasaan sehari-hari saya. Air lemon Hangat!
Sudah lama sih perdebatan tentang cara minum air lemon yang tepat ada di grup whats app Pita tosca (Re: Grup Pita Tosca (Grup yang berisi thyroid survivor semua). Perdebatannya lebih tepatnya bagaimana cara terbaik minum lemon tersebut agar mendapat khasiatnya. 
Ada yang berpendapat baiknya infused water lemon yang sempat nge-hits kala itu. Infused water yang sempat disarankan yakni dengan merendam beberapa irisan lemon dalam air dingin selama 12 jam untuk kemudian diminum keesokan paginya.  Banyak yang mengatakan bahwa cara ini mampu memberikan asupan vitamin C yang baik dan tentunya mampu menurunkan berat badan. Maka cara infused water ini lazim dipakai oleh cewek-cewek atau mbak mbak yang ingin segera menurunkan berat badan. Saya tak tergoda mengonsumsinya sejujurnya.

Nah, cara kedua adalah dengan meminum air lemon dengan menggunakan air hangat-hangat setelah bangun tidur. Cara ini dilakukan dengan mencampurkan beberapa irisan lemon dengan air hangat. Tak usah banyak-banyak. Setengah gelas juga cukup. Minumlah air lemon hangat ketika masih hangat. Tentunya setelah itu juga minum air putih secukupnya.
Ternyata dari kedua cara tersebut, air lemon hangatlah yang lebih dianjurkan. Kenapa? Karena dipagi hari air hangat lebih mudah dicerna daripada air dingin. Selain itu dengan air hangat tersebut akan didapat kandungan-kandungan lemon lebih baik ketimbang menggunakan air dingin. Lagi pula air lemon ini mampu menurunkan berat badan dan yang paling penting membunuh sel-sel KANKER dari makanan. Air lemon ini juga lebih ampuh daripada kemoterapi.

Dikutip dari detik.Health.com Institute of Health Sciences, 819 N. L.L.C.Charles Street Baltimore, MD1201 menyatakan bahwa Ini adalah yg terbaru dibidang pengobatan, efektif untuk kanker! Lemon (Citrus) adalah produk ajaib untuk membunuh sel Kanker yg 10,000 kali lebih kuat dari chemotherapy.

Mengapa kita tidak tahu tentang ini? Karena ada laboratorium-laboratorium yang lebih tertarik untuk membuat versi sintetik yang menghasilkan keuntungan besar. Rasa air lemon ini enak dan tidak menimbulkan akibat yg mengerikan seperti chemotherapy. Tanaman ini sudah terbukti adalah obat utk memberantas macam-macam kanker. Dikatakan juga baik utk mengatur tekan darah tinggi, anti depresi dan stress. Informasi yg didapatkan dari perusahaan obat terbesar didunia mengatakan bahwa sesudah melalui 20 test di laboratorium sejak th 1970, ekstrak dari buah lemon ini menghancurkan sel-sel ganas dari 12 macam kanker termasuk usus besar, payudara, prostat, paru-paru dan pankreas. Dan yg mengagumkan lagi ialah bahwa terapi macam ini dgn ekstrak dari Lemon hanya menghancurkan sel-sel kanker yg ganas dan tdk mempengaruhi sel-sel yg sehat.

Berikut ini dikutip dari foodmatters.tv ada beberapa manfaat bagi tubuh dari meminum air lemon hangat :
1.     Lemon merupakan sumber yang sangat baik dan kaya vitamin C, nutrisi penting yang melindungi tubuh terhadap kekurangan sistem kekebalan tubuh. Hal ini juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk menurunkan berat badan.
2.    Lemon mengandung serat pektin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan usus besar dan juga berfungsi sebagai antibakteri yang kuat
3.      Menyeimbangkan untuk mempertahankan tingkat pH dalam tubuh
4.      Meminum jus lemon hangat pagi membantu menyiram racun
5.      Membantu pencernaan dan mendorong produksi empedu
6.   Lemon juga merupakan asam sitrat sumber, kalium, kalsium, fosfor dan magnesium yang tinggi
7.   Lemon membantu mencegah pertumbuhan dan multiplikasi bakteri patogen yang menyebabkan infeksi dan penyakit
8.      Lemon membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan pada sendi dan lutut karena larut asam urat
9.      Lemon membantu menyembuhkan flu biasa
10.   Kandungan potasium dalam lemon membantu memelihara sel-sel otak dan saraf
11.     Memperkuat hati dengan menyalurkan energi pada enzim hati
12.    Membantu menyeimbangkan kalsium dan kadar oksigen dalam hati, dalam kasus sakit maag, mengambil segelas jus lemon terkonsentrasi dapat membantu meredakan
13.    Hal ini bermanfaat besar untuk kulit dan mencegah pembentukan keriput dan jerawat
14.   Ini membantu menjaga kesehatan mata dan membantu memerangi masalah mata
15.    Melancarkan pencernaan
16.    Jus lemon mencukupi asupan garam tubuh terutama setelah sesi latihan yang berat








Sumber :

16 Health Benefits Of Drinking Warm Lemon Water
http://health.detik.com






Salam,
Senja Januari
 
Read More

Thursday, March 31, 2016

Ultrasonografi Leher

Perjuangan dinyatakan #cancerfree itu Masya Allah luarbiasa. Saya pikir dulu pemeriksaannya itu ya tiap 6 bulan sekali itu bener-bener satu bulan hanya tatap muka dengan dokter sekali ternyata pertemuannya berkali-kali sampai benar you're in a good condition. Sampe fix. Anyway Thanks dok.



17 Maret 2016
Jadwal ultrasonografi leher yang sudah ditetapkan. Oiya di RSUP Hasan Sadikin ini kalau bagian USG ya harus dijadwal dulu biasanya 3 hari atau seminggu ke depan tergantung jadwalnya sih. Antriannya banyak. Jadi bersabar. Oiya sebelumnya rujukannya dipotokopi tiga lembar ya. Pasti diminta sih sama pendaftarannya kalau belum dipotokopi ya bersabarlah mengantri di potokopian depan ruang USG yang penuhnyaaaa itu loh. Oiya jangan lupa juga yang pasti dibawa surat eligibilitas peserta dari bagian registrasi BPJS.

Kali ini saya datang pagi sekali karena memang izin ke kantornya hanya izin setengah hari jadi pukul 09.00 WIB sudah bertengger cantik di tepian dinding ruang USG leher. Kenapa gak duduk? penuh :( kursi panjang penuh, tangga penuh, tembok-tembok pun dijadikan sandaran beberapa orang.  Baiklah skip. Akhirnya setelah pegal dan sudah ngobrol sana sini sama sesama pasien sampai kehabisan tema hehe saking lamanya, pukul 12.00 namaku dipanggil. Kurang lebih 25 menit pemeriksaan USG. Hasilnya baru jadi besok siang katanya. So bhay!

18 Maret 2016
Hasil USG ku sudah keluaaaaarrr, liat deeeeh
Itu kenapa tidak tampak nodul karena kedua tiroidku sudah diambil (sudah dioperasi) jadi tidak tampak lagi ada nodul ya. Kelenjar getah beningnya juga sehat Alhamdulillah. Tidak tampak ada sisa-sisa. Semoga senantiasa sehat ya. Yuk ah dilanjut minum thyraxnya. Sampai jumpa di check up tiroid bulan Agustus yap! Ha!


Senja Januari
Read More

Sunday, March 27, 2016

Setelah di vonis KANKER, lalu apa?

Sesaat setelah divonis kanker, lalu harus apa?

Mungkin itulah yang akan terbesit pertama kali setelah vonis KANKER dijatuhkan. Stres, tidak fokus, dunia terasa luluh lantah, tidak percaya rasanya mimpi hingga depresi berat. Ah itulah yang biasanya dirasa oleh kebanyakan orang. Jika saya pribadi rasanya seperti mimpi. Percaya tidak percaya. Karena memang riwayat kesehatan yang selama ini hampir selalu baik tanpa pernah ada riwayat dengan penyakit berbahaya.

Wajar kok, kanker bukanlah penyakit ringan saya akui. Namun sejujurnya kanker bukanlah aib, so be strong. Apa sih yang harus dilakukan setelah menerima vonis KANKER. Saya akan berbagi tips dari buku inspirasional karya mbak Tri Wahyuni Zuhri yang berjudul “KANKER BUKAN AKHIR DUNIA”

1.  Hadapi kenyataan dan yakin bisa menjalaninya
Sejatinya, tak ada yang benar-benar rela menerima vonis kanker pada awalnya. Tapi tak mungkin juga kan kita hanya berpangku tangan mendiamkan penyakit itu menggrogoti tubuh kita lalu menunggu keajaiban datang. Maka, Bangkitlah. Yakinkan dalam diri, bahwa diri ini kuat, jiwa ini kuat dan Allah akan senantiasa menguatkan hamba-Nya. Karena prasangka baik, sugesti baik serta pikiran positif akan sangat menolong. Bukankah stress juga pemicu tumbuh kembangnya kanker? So, just smile and face it!

2.  Bicarakan dengan orang terdekat
Tidak semua permasalahan dapat dihadapi sendirian. Saya akui hal ini. Apalagi seorang perempuan yang notabene butuh “telinga” untuk mendengarkan ceritanya, butuh sandaran untuk menyandarkan segala resahnya, butuh penguat di kala takut datang menyergap ketangguhannya. Dia tetaplah seorang perempuan.
      Walaupun tentunya tidak sembarangan begitu saja diumbar-umbar diceritakan pada sembarang orang apalagi di momen tak tepat. Terbukti karena nyatanya tak semua orang mampu menerima apa yang divoniskan pada kita, kebanyakan orang pasti akan terkejut dan bahkan seakan tak percaya. Banyak diantaranya yang tak mendukung ikhtiar pengobatan yang akan kita jalani serta memberi opsi-opsi lain. Membingungkan? Pasti. Maka pilihlah orang yang tepat agar ikut memberi dukungan. Kalau saya lebih memilih orang tua serta sahabat terdekat. Orang lain cukuplah tau kita kuat menghadapinya agar mereka tidak terbawa perasaan.

3.  Konsultasikan dengan Dokter
Sebaiknya ketika kita telah merasakan gejala-gejala tumbuhnya kanker, segera konsultasikan pada dokter yang sesuai bidangnya. Karena saya mengalami sendiri awal periksa ke dokter umum beliau tidak mendiagnosa apapun malah hanya diberi vitamin hehe. Mungkin karena saat itu benjolan masih sangat kecil belum berdampak pada tubuh seperti nyeri, demam dan gejala lainnya. Oiya mbak yuni memberikan informasi terkait dokter yang menangani kanker :
  1.  Dokter spesialis bedah onkologi (ahli bedah kanker)
  2. Dokter spesialis hematology onkolog (ahli pembuluh darah dan kanker)
  3.  Dokter spesialis radiolog onkolog (ahli terapi sinar dan kanker)

Seandainya di daerah tempat tinggal tidak ada dokter yang sesuai, maka bisa dikonsultasikan ke dokter berikut:
  1. Dokter spesialis kandungan untuk menangani masalah oada organ reproduksi dan Rahim perempuan
  2. Dokter spesialis THT untuk menangani masalah pada mulut, lidah serta tenggorokan
  3. Dokter spesialis penyakit dalam atau internist untuk menangani masalah organ dalam seperti hati, ginjal, dan paru-paru
  4. Dokter spesialis saraf dan pembuluh darah untuk menangani masalah pada darah, tulang, saraf dan otak
  5. Dokter spesialis anak untuk menangani masalah untuk anak-anak

Ada baiknya kita mengetahui perkembangan kanker di tubuh kita sejelas-jelasnya, sudah sampai stadium berapa. Karena pada stadium awal tentu akan lebih mudah lagi di sembuhkan

4.  Lakukan pengobatan yang sesuai

Tentunya pengobatan kanker stadium pertama dan stadium lanjut berbeda maka pilihlah pengobatan yang sesuai. Ketahui tahap-tahap penyembuhannya dengan jelas. Misalnya ketika dulu saya divonis kanker tiroid. Setelah operasi pengangkatan seluruh tiroid saya tidak menjalani kemoterapi sebagaimana kanker lain namun saya menjalani yang namanya ablasi (terapi radiasi) untuk membersihkan sisa-sisa akar kanker yang tidak bersih ikut terangkat dengan pembedahan. Tahapan semacam ini tentunya tidak saya dapatkan begitu saja dari dokter. Saya kala itu meminta banyak second opinion dari dokter lain, bertanya-tanya pada sesama pasien juga. Tentunya aktiflah bertanya.

Oiya pesan dokter onkologi saya dalam pengobatan kanker adalah konsisten. Maksudnya jangan mencampurkan metode medis dengan herbal misalnya. Jadi kalau mau pakai metode medis (kedokteran) ya ikuti sampai akhir tahapnya jangan setengah-setengah. Misalnya karena terpengaruh bisik-bisik orang yang menggunakan herbal ketika dia fase pengobatan medis di rumah sakit tiba-tiba tak pernah lagi cek ke dokter malah pindah ke herbal. Kalau herbal ya herbal sekalian. Tuntaskan. Karena banyak kasus yang setengah-setengah. Awalnya stadium awal belum tuntas pengobatan di rumah sakit, pindah ke pengobatan herbal nyatanya benjolan malah semakin besar. Akhirnya dia kembali lagi ke dokter awal dengan kondisi yang lebih parah. Tentu dua metode itu ada efek samping masing-masing jadi jangan campurkan efek samping keduanya ke tubuhmu.

5.  Gali informasi sebanyak-banyaknya
Tentunya menjadi pasien penyakit yang cukup tabu di masyarakat kita dilatih untuk menjadi individu yang aktif. Tentunya aktif mendapatkan segala informasi terkait penyakit. Mbak yuni berbagi tips sumber informasi dan pengetahuan mengenai kanker :
a.  Dokter tenaga medis yang berkompeten
b.  Survivor kanker yaitu orang-orang yang tervonis kanker dan berjuang menghadapi kanker
c.  Buku dan media cetak
d.  Televisi dan internet

Saya pribadi awal tervonis kanker, mencari informasi sebanyak-banyaknya pada sesame survivor kanker di ruang tunggu kedokteran nuklir atau ruang tunggu USG karena kebanyakan dari mereka adalah pasien kanker. Selain itu hal yang paling mudah adalah mencari diari penderita kanker di blog-blog atau media sosial. Tak lupa juga membaca perjuangan cancer survivor lain dari buku-buku. Tapi yang paling mudah sebenarnya dari internet karena dengan melihat keseharian penderita kanker lain, saya sangat belajar what to do and don’t, apa yang boleh apa yang tidak.

6.  Kuatkan mental dan Jaga kesehatan
Mental kuat akan membantu segala proses pengobatan dan penyembuhan kanker akan lebih mudah dilakukan. Tentu dengan mendekatkan diri pada Yang Maha pencipta, Allah. Ketika iman kita semakin kokoh tentu kanker tak akan menggoyahkan kita. Hati akan tetap tenang dan pikiran pun akan jernih dalam menghadapi tiap tahap pengobatan. Ketika hati baik maka baiklah seluruh badan begitulah hadits yang pernah saya baca. Ketika hati baik maka tak akan muncul stress yang bisa memicu tumbuh kembangnya kanker.
Setelah mental tentunya yang selanjutnya adalah menjaga kesehatan. Mengubah pola hidup dengan pola hidup yang sehat. Mengombinasi makanan sehat disertai olahraga rutin sehingga pengobatan pun tak akan terganggu dengan pengobatan penyakit lain.

Demikianlah yang dapat dilakukan ketika pertama kali divonis kanker. Tak perlu panik. Salam sehat semoga bermanfaat ya.


Senja Januari



Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About Me

About Riska

Panggil saja RISKA
Thyroid Cancer Survivor dari Bandung, Indonesia. 24 Y.o. Akuntan di sebuah perusahaan swasta.
Diagnosa Kanker tiroid Papiler tahun 2015 menjalani 2 kali operasi pengangkatan tiroid dan ablasi di RSHS Bandung di tahun yang sama
Ada gangguan tiroid juga? Yuk sini cerita, feel free to share :)
I'm Young but Stronger than CANCER !

Popular Posts

Categories

statistics

Copyright © Curhatan Pejuang Tiroid | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com