Hanya cerita sesama pejuang tiroid. Kanker tiroid dan gangguan tiroid lainnya. Jangan kalah jangan menyerah Keputusasaan yang mengalahkanmu Bukan KANKER!

Wednesday, July 12, 2017

PETUNJUK PENGOBATAN IODIUM RADIOAKTIF

Info Petunjuk Pengobatan Iodium Radioaktif ini diperoleh dari:
SMF/Instalansi Ilmu Kedokteran Nuklir  dan Pencitraan Molekuler RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Pengobatan dengan iodium radioaktif (I-131) telah dikenal sejak lebih 60 tahun yang lalu. Cara pengobatan ini aman, mudah dan tidak memberi efek samping yang berarti bagi penderita dan keturunannya, ataupun menimbulkan bahaya bagi lingkungan disekitarnya. Namun demikian prinsip kehati-hatian perlu diterapkan agar radiasi yang berasal dari iodium radioaktif tersebut tidak mengenai orang lain yang tidak memerlukann dan diberikan hanya di lingkungan rumah sakit oleh petugas yang telah mempunyai izin.

Kali ini riska mau membagikan informasi penting yang riska dapat dari selebaran kedokteran nuklir RSHS Bandung. Ini terkait dengan pengobatan iodium radioaktif atau bisa kita sebut terapi nuklir atau ablasi. Banyaaak banget yang nanya ablasi itu digimanain sih? nah ini ada sedikit penjelasannya semoga bisa sedikit mencerahkan.



PETUNJUK BAGI PENDERITA PENYAKIT HIPERTIROID
(Yang mendapat pengobatan Iodium Hipertiroid)
  • Sebelum Pengobatan
    1. Hentikan minum obat antiroid paling sedikit 3-5 hari sebelum pengobatan iodium radioaktif (Harap konsultasi dengan dokter kedokteran nuklir tentang obat-obat yang boleh/tidak boleh digunakan sebelum dan sesudah pengobatan)
    2. Diet rendah iodium, hindari mengkonsumsi makanan laut, obat, jamu dan bahan lain yang mengandung kadar iodium tinggi serta tidak menggunakan obat gosok leher, paling sedikit 14 hari sebelum pengobatan
    3. Ibu menyusi dan ibu hamil tidak boleh mendapat pengobatan iodium radioaktif; pastikan anda tidak sedang hamil, kalau perlu lakukan tes kehamilan dulu
    4. Enam jam sebelum minum iodium radioaktif anda harus puasa (tapi boleh minum air putih atau teh); satu jam setelah minum iodium radioaktif baru boleh makan
  • Sesudah Pengobatan
    1. Tiga hari setelah minum iodium radioaktif anda tidak diperkenankan bertemu dengan anak-anak berusia 13 tahun ke bawah dan ibu hamil. Anda tidak perlu diisolasi
    2. Dua minggu setelah pengobatan iodium radoaktif makanan laut, obat, jamu atau bahan lain yang mengandung kadar iodium tinggi dalam dapat dikonsumsi kembali termasuk menggunakan obat gosok leher
    3. Bila diperlukan 5 (lima) hari setelah pengobatan, obat antitiroid boleh diminum kembali (Harap konsultasi dengan dokter kedokteran nuklir tentang obat-obat yang boleh/tidak boleh digunakan sebelum dan sesudah pengobatan)
    4. Enam bulan setelah pengobatan anda (bila wanita) atau istri anda tidak boleh hamil; tidak dilarang hubungan suami istri asal menggunakan alat kontrasepsi
    5. Hipotiroid (Kekurangan hormon tiroid) terjadi beberapa bulan/tahun setelah pengobatan; bila terjadi hipotiroid perlu diberikan hormon tiroid untuk seumur hidup sebagai pengganti; dosisnya ditentukan berdasarkan kadar TSHs
    6. Pakaian dan alat makan yang anda gunakan selama tiga terakhir setelah pemberian iodium radioaktif dicuci bersih dan dapat digunakan kembali

       
  • Keterangan
    1. Radiasi pemancar beta dari iodium radioaktif (I-131) akan menyebabkan penciutan dan "mematikan" (atrofi - ablasi) kelenjar tiroid serta menghentikan produksi hormon tiroid oleh kelenjar tersebut
    2. Setelah beberapa bulan/tahun pengobatan iodium radioaktif, kelenjar tidak akan memproduksi hormon tiroid lagi dan terjadi hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) permanen
    3. Hipotiroid bukan efek samping tetapi akibat dari pengobatan iodium radoaktif
    4. Makin besar dosis iodium radioaktif yang diberikan, makin cepat terjadi remisi (fungsi tiroid kembali normal - eutiroid) dan makin cepat pula menjadi hipotiroid
    5. secara berkala 3-6 bulan sekali setelah minum iodium radioaktif perlu diperiksa FT4 dan TSHs, untuk mengetahui apakah kadar hormon tiroid sudah kembali nomal atau sudah terjadi hipotiroid
    6. Cairan iodium radioaktif tidak berbau. Tidak berasa, dan tidak menimbulkan alergi. Efek samping jarang, bisa terjadi mulut kering, gastritis, eksaserbasi hipertiroid dan pemburukan oftalmopatia aktif (bila ada)


  • SEBELUM PENGOBATAN
    1. Paling sedikit 14 hari sebelum pengobatan hindari makanan laut, obat, jamu dan bahan lain mengandung kadar iodium tinggi serta tidak menggunakan obat gosok leher
    2. Hormon tiroid harus dihentikan selama beberapa hari (harap tanya dokter kedokteran nuklir)
    3. Ibu menyusui dan ibu hamil tidak boleh mendapat pengobatan iodium radioaktif; pastikan ada tidak sedang hamil, kalau perlu lakukan dulu tes kehamilan
    4. Enam jam sebelum minum iodium radioaktif anda harus puasa (tapi boleh minum air putih atau teh); satu jam setelah minum iodium radioaktif baru boleh makan
    5. iodium radioaktif diberikan 4-6 minggu setelah dilakukan tiroidektomi total (pengangkatan seluruh kelenjar tiroid) dan kelenjar getah bening yang dicurigai


  • SESUDAH PENGOBATAN
    1. Selama 3-4 hari setelah minum iodium radioaktif anda akan ditempatkan di kamar isolasi khusus; anda tidak boleh bertemu dengan pengunjung
    2. Anda baru diizinkan meninggalkan ruang isolasi bila paparan radiasi sudah dianggap aman
    3. Dua minggu setelah pengobatan iodium radioaktif makanan laut dan obat, jamu atau bahan lain yang mengandung kadar iodium tinggi dapat dikonsumsi kembali termasuk menggunakan obat gosok leher
    4. Enam bulan setelah pengobatan anda (bila wanita) atau istri anda tidak boleh hamil; tidak dilarang  hubungan suami istri asal menggunakan alat kontrasepsi
    5. Setiap 6-12 bulan sekali dilakukan pemantauan dengan menentukan kadar TSHs, tiroglobulin, antibodi antitiroglobulin, pencitraan ultrasonografi dan sidik tiroid/ seluruh tubuh. Bila hasilnya baik pemantauan cukup dilakukan 2-3 tahun sekali
    6. Pakaian dan alat makan yang digunakan selama tiga hari  terakhir setelah pemberian iodium radioaktif dicuci bersih dan dapat digunakan kembali
  • KETERANGAN
    1. Radiasi pemancar beta dari iodium radioaktif (I-131) akan "mematikan" sel-sel kanker dan anak sebarnya
    2. Karena seluruh kelenjar tiroid anda sudah diangkat maka akan terjadi kekurangan hormon tiroid hipotiroid (kekurangan hormon tiroid); anda perlu mendapat hormon tiroid dalam dosis supresi sebagai pengganti dan untuk menekan pertumbuhan sel kanker seumur hidup
    3. Dosis hormon tiroid ditentukan oleh dokter berdasarkan kadar TSHs
    4. 4-6 minggu sebelum dilakukan pemantauan (check up), hormon tiroid dihentikan dulu untuk merangsang kadar TSH; sebagai alternatif dapat diberikan Thyrogen (Human recombinant TSH) tanpa perlu menghentikan hormon tiroid
    5. Cairan iodium radioaktif tidak berbau. Tidak berasa, dan tidak menimbulkan alergi. Efek samping jarang, bisa terjadi mulut kering, gastritis, eksaserbasi hipertiroid dan pemburukan oftalmopatia aktif (bila ada)



    Sumber:
    Prof. Dr. Johan S. Masjhur, dr., SpPD-KEMD, SpKN(K)
    Nuclear Medicine Patient Discharge, IAEA 2012 



Salam,

Senja Januari
 
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About Me

About Riska

Panggil saja RISKA
Thyroid Cancer Survivor dari Bandung, Indonesia. 24 Y.o. Akuntan di sebuah perusahaan swasta.
Diagnosa Kanker tiroid Papiler tahun 2015 menjalani 2 kali operasi pengangkatan tiroid dan ablasi di RSHS Bandung di tahun yang sama
Ada gangguan tiroid juga? Yuk sini cerita, feel free to share :)
I'm Young but Stronger than CANCER !

Popular Posts

Categories

statistics

Copyright © Curhatan Pejuang Tiroid | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com