Hanya cerita sesama pejuang tiroid. Kanker tiroid dan gangguan tiroid lainnya. Jangan kalah jangan menyerah Keputusasaan yang mengalahkanmu Bukan KANKER!

Tuesday, July 25, 2017

JEM 2017: APA ITU HIPERTIROID



Assalammualaikum 
Hari ini riska mau sharing ilmu-ilmu yang didapat dari acara Press Conference dan seminar Edukator Tiroid event Jakarta Endocrine Meeting di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (21/07/2017). 

Materi ini didapat dari berbagai sumber yang termasuk diantaranya ulasan dokter yang dirangkum dalam satu selebaran namun diulas ulang dijelaskan secara rinci oleh Dr. Farid Kurniawan SpPD dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RS Cipto Mangunkusumo. Kali ini materi yang yang akan dibagikan adalah materi yang paling sering mengundang pertanyaan yakni Hipertiroid.
 "Hipertiroidisme merupakan kondisi dimana kelenjar tiroid menghasilkan hormone tiroid secara berlebihan"

Kelenjar tiroid yang umumnya dikenal sebagai kelenjar gondok terletak di sisi depan leher, dibawah jakun dan laring (kotak suara)
Tirotoksikosis merupakan gejala/tanda klinis yang timbul terkait hipertiroidisme.

Penyebab tersering hipertiroidisme adalah:
  • Penyakit graves (60-80%)
  • Struma Multinodosa Toksik (Struma itu berarti benjolan, Multinodosa berarti benjolan yang banyak, sedangkan toksik itu maksudnya kelebihan)
  • Adenoma Toksik (Tumor jinak yang jumlahnya satu tapi aktif)
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi hipertiroid di Indonesia adalah sebanyak 0,4% dari jumlah penduduk. DKI Jakarta dan DI Yogyakarta memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan daerah lain. Hipertiroid juga lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki.

GEJALA HIPERTIROID



CARA MENDIAGNOSA :
  • Riwayat Penyakit
  • Pemeriksaan fisik cek leher (ada benjolan atau tidak)
  • Pemeriksaan Laboratorium (Kadar TSH dan hormon tiroid (T4 bebas dan T3 bebas))
Pengukuran kadar TSH adalah pemeriksaan yang pertama kali dilakukan bila dicurigai terdapat kelainan tiroid. Uji kadar TSH biasanya dilakukan bersamaan dengan kadar hormone tiroid. Peningkatan kadar T4 bebas dan/atau T3 bebas disertai penurunan kadar TSH menunjukkan gambaran hipertiroidisme yang jelas. Kondisi dimana kadar TSH menurun tetapi kadar hormone tiroid normal disebut hipertiroid subklinis. Uji TRAb dapat dipertimbangkan apabila dicurigai penyebab hipertiroid adalah penyakit graves dan bila uji tangkap yodium radioaktif tidak bisa dilakukan, terutama pada ibu hamil dan menyusui
  • Uji tangkap yodium radioaktif (radioactive iodine uptake –RAIU) atau pemindaian tiroid ((Thyroid Scan)
   Kondisi hipertiroidisme akibat penyakit graves menunjukkan hasil tangkapan yodium radioaktif yang tinggi dan merata di seluruh kelenjar tiroid. Sementara itu, penyebab lain seperti struma nodular toksik atau adenoma toksik dapat menyebabkan hasil tangkapan normal atau meningkat dengan adanya peningkatan pada area tertentu
  • Ultrasonografi (USG) tiroid dapat dilakukan untuk melihat ukuran, karakteristik, ada tidaknya benjolan dan laju aliran darah pada kelenjar tiroid



  • Biopsi aspirasi jarum halus (BAJAH) dilakukan apabila ditemukan benjolan (nodul) dengan kondisi hipertiroid untuk menentukan apakah benjolan tersebut jinak atau ganas. Kemungkinan keganasan lebih besar pada nodul yang ditemukan pada kondisi hipertiroid. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan panduan USG



TATA LAKSANA ATAU PENANGANAN YANG BISA DILAKUKAN, 
ada tiga biasanya pilihan tata laksana untuk pasien hipertiroidisme, yaitu:
  • Obat Antitiroid, yakni yang biasa digunakan adalah Prophylthiouracil, thiamazole, dan carbimazole
  • Terapi ablasi yodium radioaktif
  • Pembedahan
Ketiga pilihan tatalaksana ini efektif untuk penyakit graves dan dipilih dengan mempertimbangkan kondisi pasien dan hasil pemeriksaan. Namun pada kasus adenoma toksi atau struma multinodular toksik, pasien umumnya ditata laksana dengan terapi yodium radioaktif atau pembedahan.
          Secara umum pemilihan terapi pada hipertiroidisme mempertimbangkan keadaan, kondisi penyakit, dan usia pasien. Sebagai contoh pasien dengan kemungkinan sembuh yang tinggi, seperti wanita atau kelainan ringan dan pasien dengan resiko operasi yang tinggi, lebih dipilih untuk pemberian obat antitiroid. Pembedahan terutama dipilih bila terdapat bukti/kecurigaan keganasan tiroid.

KOMPLIKASI
  • Krisis tiroid (Thyroid Storm)
  • Penyakit jantung tiroid (gejala contohnya jalan jauh sedikit mudah sesak mudah lelah)
  • Gangguan irama jantung (berdebar tak karuan)

PROGNOSIS
Sebanyak 30-50% dari kasus graves akan mengalami remisi (kesembuhan) permanen dengan pengobatan menggunakan obat antitiroid. Jika saat pengobatan didapatkan relaps (gejala muncul kembali), maka umumnya akan dipertimbangkan pemberian terapi definitive (seperti pembedahan atau terapi yodium radioaktif).
Dalam tiga bulan pertama setelah pemberhentian obat antitiroid, terdapat 75% kasus berulang. Jika hal ini terjadi, maka pemberian obat antitiroid dapat dilanjutkan untuk periode yang lebih lama atau mulai mempertimbangkan terapi definitive.
Pasien yang menerima terapi yodium radioaktif atau pengangkatan seluruh kelenjar tiroid, umumnya perlu meminum obat pengganti hormon tiroid secara rutin seumur hidupnya. Bila terkontrol, hipertiroid tidaklah menjadi masalah. Contoh orang terkenal dengan hipertiroid, antara lain George Washington Bush, Missy Elliot, dan Gail Devers



Sumber:
Li H, Yuan X, Liu L, Zhou J, Li C, Yang P, et al. Clinical evaluation of various thyroid hormones on thyroid function. International Journal of Endocrinology. 2014
Ros DS, Burch HB, Cooper DS, Greenlee MC, Lauberg P, Maia AL, et al. 2016. American Thyroid association guidelines and management of hypertiroidism and other causes of thyrotoxicosis. Thyroid. 2016;26(10):1344-421
Leo SD, Lee SY, Braverman LE. Hypertiroidism. Lancet. 2016;388:906-18
Vanderpump MPJ. The epidemiology of thyroid disease. Br Med Bull. 2011;99(1):39-51
Badan penelitian dan pengembangan kesehatan kementrian kesehatan RI. Riset kesehatan dasar 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013







Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About Me

About Riska

Panggil saja RISKA
Thyroid Cancer Survivor dari Bandung, Indonesia. 24 Y.o. Akuntan di sebuah perusahaan swasta.
Diagnosa Kanker tiroid Papiler tahun 2015 menjalani 2 kali operasi pengangkatan tiroid dan ablasi di RSHS Bandung di tahun yang sama
Ada gangguan tiroid juga? Yuk sini cerita, feel free to share :)
I'm Young but Stronger than CANCER !

Popular Posts

Categories

statistics

Copyright © Curhatan Pejuang Tiroid | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com