0

10 Ciri pribadi Muslim

Posted by Rianita Riska Diana on Saturday, January 31, 2015 in
Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih).
Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)
Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)
Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)
Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)
Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)

0

Merindu Langit

Posted by Rianita Riska Diana on Wednesday, January 21, 2015 in ,

Angin malam menghantamku tanpa ampun sedari tadi. Namun aku hanya dapat diam memandangi langit malam yang berat digelayuti awan hitam. Ya. memandangimu dari jauh.

Kamu tampak mendung menjauh bergerak mengikuti angin malam itu
Aku terduduk menantimu jauuuuuuuuuh di tanah kering bumi yang rasa-rasanya mengharap-harap hadirnya rintikan hujan sedari tadi. Menantikan bulir-bulir keberkahan dari langit yang kuharapkan setidaknya mendekatkan jauhnya jarak antara kau dan aku.
Namun sudah puluhan ratusan hingga ribuan detik rasanya ku menanti hujan malam itu tapi ternyata hujan tak kunjung tiba ke bumi ku
Tanpa kabar berita dari sang rembulan, tanpa ada pesan dari kunang-kunang yang berbisik atau tanpa cerita yang biasa kau titipkan melalui embun keesokan harinya? mengapa sepi? mengapa sunyi? Kau tak biasanya begini? 
Sadarkah kita begitu jauh sekarang?! sadarkah betapa jauhnya kau menjauh dariku sekarang? Saat ini rasanya mendekat padamu justru menyesakkan. Mengapa justru di januariku kau semendung itu? diam, bergerak menjauh terbawa angin, berawan hitam, memendam guntur. Ah kau! kenapa?!
Baiklah, Apalah aku ini hanya bumi yang hanya bisa menanti dari jauh kabar dari langit. Mungkin aku ditakdirkan untuk menanti. Sabar menanti dan terus memperpanjang kesabaranku menanti. Hingga Allah menakdirkan kapan waktunya langit berkabar. Di waktu yang terbaik. Di saat terbaik, dengan diiringi takdir-takdir baik lainnya pula.
Apa kabarmu langit? Segeralah berkabar. Ku nanti kau disini, jauuuuuhh memang, tanah bumi. Tapi sejauh apapun aku, aku senantiasa memandangimu setiap malam. Aku disini menyunggingkan senyum di gelapnya malam, sengaja. Agar ketika tetiba bulir hangat jatuh dari sudut gelap mataku tak terlihat olehmu. Biarlah ia menderas, melegakan hatiku yang jenuh menanti. Ah apalah aku ini. Biarlah kunanti kau disini saja agar kau mudah menujuku saat nanti langit berkabar.

Bandung, 21 Januari 2015


Salam,

Senja Januari

0

RIANITA RISKA DIANA

Posted by Rianita Riska Diana on Sunday, January 04, 2015 in
Dilahirkan di salah satu kabupaten di yogyakarta yakni kabupaten kulon progo. Lahir 24 Januari 1993. Anak ke-2 yang menjadi anak sulung setelah kakakku Allah panggil lebih dahulu di tahun 1991 beberapa hari setelah dilahirkan. Allah lebih sayang mas.

Masa bayiku banyak dihabiskan di jogja dan bali. Di Bali adikku lahir namanya Latif Wahyu Ardi. kemudian papah dipindahtugaskan lagi ke Kota Wates, kabupaten Kulon Progo Yogyakarta hingga aku mengenyam pendidikan Taman Kanak-kanak di usia 3,5 tahun. Pendidikanku berlanjut di  Palembang Sumatera Selatan. Setelah orang tuaku dipindah tugaskan ke sana. Di Palembang tepatnya tahun 2000 ibu melahirkan adikku yang bernama Hafiz Rafi Ardi. Aku terbiasa bergaul dengan orang-orang yang relatif lebih keras dibanding di jogja sana. Tipe orangnya sungguh sangat berbeda. Aku melanjutkan pendidikanku ke SD Negeri 48 Palembang Sumatera selatan. Catur Wulan ke 3 hingga sekarang aku tumbuh dan berkembang di Bandung Jawa barat. Melanjutkan sekolah ke SD islam Asy-Syfa 2, SMP N 14 Bandung, SMA N 20 Bandung kemudian Diploma III Akuntansi Universitas Padjadjaran dan sekarang di Ekstensi S1 Akuntansi Universitas Pasundan.


Sebagai sulung dan perempuan satu-satunya pernah menjadi dilema besar dalam masa remajaku. Aku harus menjadi teladan terbaik untuk kedua adik laki-lakiku, Anak perempuan bisa ya jadi teladan untuk anak laki-laki(?) itu pertanyaan besarku dulu hingga rasanya ingin sekali punya kakak seperti teman-teman yang lain. Kakak yang bisa ditanyai ini itu, dimintai tolong ini itu dan mengarahkan ini itu. Tapi menurut Allah bukan itu yang kubutuhkan. Jawabannya adalah cukuplah menjadi sebaik-baik teladan, arahkan sebisanya dan doakan seoptimalnya.

Ayat Alquran yang paling aku sukai adalah
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS.Muhammad:7)
Quotes reminder diri:
"Jika belum bisa setangguh fatimah yang membendung rasa pada Ali hingga waktunya maka cukuplah nikmati hati tanpa nama hingga waktunya" -Rianita Riska Diana-

Suka sama quotes ini:
"Aku menilai kedewasaan dan kebijaksanaan seorang laki-laki pada tiga keadaan: kecewa, marah dan sedih. Ia yang mampu mengendalikan diri dan memberikan takaran emosi yang pas dalam ketiganya dengan baik adalah yang paling patut dijadikan pemimpin."-
Sebab ia esok akan berhadapan dengan ‘tulang rusuk yang bengkok’, yang akan patah bila tak diluruskan dengan hati-hati.  Anonim*, dengan perubahan  (Source: khoiriyalatifa)
Itu sekilas tentang Aku dan keluargaku. To be continued insyaAllah.....


Copyright © 2009 CURHATAN PEJUANG TIROID All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.